Dalam momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional (2 dan 20 Mei) kiranya tepat bila kita mengulas tentang pendidikan karakter bangsa untuk bangkit kembali sebagai bangsa yang bermartabat dan disegani dunia. Pendekatan kali ini ditinjau dari konteks komunikasi pemasaran, terutama aktivitas melalui training dan kampanye publik.
Dari sisi training, kita bisa menyimak yang telah dilakukan ESQ Leadership Center. Sejak terbitan perdana buku ESQ (Emotional Spiritual Quotient) karya Ary Ginanjar pada Mei 2001 dan training ESQ pada 2002, dalam kurun waktu menjelang enam tahun, jumlah alumni training ESQ melampaui angka 300 ribu. Sebuah upaya luar biasa dalam membentuk komunitas untuk Membangun Generasi Indonesia Emas 2020.
Sukses pelatihan tersebut berkembang menjadi kampanye publik pencerahan spritual melalui penerbitan buku, majalah Nebula, VCD, dan kaset; produksi atribut seperti pin, topi, jaket, dan kaos; program kepedulian dan aksi sosial, ESQ Tours, hingga konser Menembus Batas. Selain itu, layanan SMS ESQ dan Mozaik165 untuk akses informasi 24 jam melalui telepon, fax dan website. Tak heran bila kini membangun gedung sendiri Grha 165 sebagai pusat aktivitas ESQ.
CO-BRANDING INSTITUSI
Sejalan dengan kepesatan training ESQ, upaya kolaborasi (co-branding) personal dirintis dengan menyandingkan Ary Ginanjar dengan Hermawan Kartajaya dalam seminar Boosting Your Marketing Capabilities with ESQ atau dengan Rhanald Kasali dalam Leading Change with ESQ. Juga rencana dengan Danah Johar, penulis buku laris Spiritual Capital.
Langkah kolaborasi yang cukup unik adalah ketika dua institusi yaitu kelompok nasyid Snada tampil membawakan lagu Demi Matahari dari album terbaru Snada pada pelatihan ESQ Eksekutif. Lirik lagu itu merupakan petikan dari Quran surat ke-91 Asy-Syams (Demi Matahari). Dalam perbincangan penulis dengan lima personil Snada dan Relationship Development Manager ESQ Yoseph Kardinal menjelang usai pelatihan ESQ Eksekutif angkatan ke-57, kami sampai pada kesimpulan yang sama, kolaborasi bisa diperluas karena kedua institusi saling memperkuat.
Upaya kolaborasi institusi antara ESQ 165 dengan Snada memang tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa, tetapi dapat dilihat dari dua sisi strategis: pendidikan karakter mulia dan kebangkitan nasional jilid dua (1908 dan 2008) yang bernuansa spiritual. Bagi Snada yang pernah kolaborasi dengan tokoh atau dai seperti Toto Tasmara, Aa Gym, Ichsan Tanjung dan Yusuf Mansyur, kolaborasi dengan ESQ berarti membidik pasar religius yang lebih cair.
Mari kita simak segmen penggemar Snada ketika mulai berkiprah sejak 1991 yang mayoritas adalah anak-anak dan remaja. Bila mereka pada awal 1990an di bangku SD hingga mahasiswa, berarti saat ini setelah dua windu berlalu, penggemar lama Snada berusia 22-38 tahun. Penggemar Snada lima tahun terakhir dari kalangan pelajar dan mahasiswa berusia sekitar 6-21 tahun, selain penggemar usia 20-40an tahun.
Dilihat dari sisi kelas sosial cukup beragam karena mereka dari kalangan bawah hingga gedongan. Namun yang menarik adalah kesamaan dari sisi nilai-nilai yang mereka anut: gairah spiritual yang menguat. Sebagian dari mereka adalah para spiritualis muda atau profesional dan santri kota sebagai agen pembaharu dengan posisi dan potensi jabatan strategis berdaya beli tinggi.
Segmen pasar peserta pelatihan ESQ 165, tidak jauh berbeda dengan penggemar Snada. Mereka dijaring melalui pelatihan ESQ Kids, ESQ Remaja (Teens), ESQ Mahasiswa, ESQ Profesional, ESQ Eksekutif, ESQ Reguler, dan ESQ Peduli (Pendidikan, Kesehatan, Dhuafa, Yatim), hingga ESQ Swagriya (in-house). Kini ESQ tiap bulan mengelola sekitar seratus pelatihan diikuti 20.000 peserta yang umumnya dari kelas menengah dan atas.
KOLABORASI PENDIDIKAN KARAKTER
Kolaborasi Snada dan ESQ 165 amat menarik di tengah kondisi masyarakat yang perlu memperkuat pendidikan karakter bangsa untuk kebangkitan nasional jilid dua yang bernuansa spiritual. Hampir satu abad lalu, pada 20 Mei 1908 didirikan organisasi modern bernama Budi Utomo yang diprakarsai para pemuda. Kini, satu abad kemudian saatnya untuk bangkit kembali melalui spirit dan paradigma baru.
Visi ESQ menuju Indonesia Emas 2020 berbasis Tujuh Nilai Dasar ESQ yang bersumber dari sifat-sifat mulia Allah (Asmaul Husna) yakni: Jujur, Tanggungjawab, Disiplin, Kerjasama, Adil, Peduli, dan Visioner mewakili paradigma baru spiritual itu. Melalui kolaborasi ESQ-Snada, maka dua komunitas besar yang relatif homogen itu semakin kuat.
Salah satu perekat dua institusi spiritual itu adalah moto Snada “Nasyid for All” yang membidik beragam kalangan usia dan kelas sosial, bahkan lintas agama karena musik bersifat universal. Perluasan kolaborasi sebagai kelanjutan lagu Demi Matahari adalah berupa album khusus Snada yang berisi lagu-lagu penunjang materi pelatihan ESQ. Sedikitnya sepuluh lagu bisa diciptakan seperti: Big Bang tentang penciptaan alam raya (lirik dari Quran surat Al Anbiya21:30); Galaksi (lirik dari Q.S Ar Rad 13:2 dan Yunus 10:5); Langit Terbelah (ledakan langit berbentuk seperti mawar merah yang tercantum dalam Q.S Ar Rahman 55:37-38); Thawaf Semesta (putaran seluruh planet, Q.S Al Isra 17:44); Thawaf Insani (Q.S Al Maidah 5:97); Jernihkan Hati (menggiring hati ke titik nol, lepas dari tujuh belenggu); Cahaya Hati (mendengar suara hati yang fitri); Merawat Suara Hati (jabaran enam rukun iman, Q.S An Nisa 4:136); Lima Pilar (membangun kekuatan berdasar lima rukun Islam); dan Ihsan (insan paripurna berkarakter mulia).
Setelah album khusus dirilis, maka dalam road-show atau konser Snada di dalam dan luar negeri menjadi Duta ESQ. Snada ketika tampil mengenakan jaket atau pin ESQ serta mempromosikan pelatihan dan produk-produk ESQ. Lagu-lagu Snada selain menjadi ring-tone handphone alumni ESQ, juga jadi hadiah bagi peserta pelatihan atau pembeli buku-buku ESQ; sebaliknya pembeli kaset/CD Snada dapat hadiah buku ESQ sehingga terjadi promosi silang (cross-promotion/cross-selling).
Sinergi lain yang bisa dilakukan adalah kehadiran Snada di pelatihan ESQ daerah saat road-show mengenalkan album khusus dan lagu Demi Matahari dengan gerakan yang khas. Juga website ESQ dan Snada yang saling terkait (resiprokal), serta publikasi bersama di media massa dalam bentuk iklan, pemberitaan, maupun event.
Masih banyak jalan untuk kolaborasi dalam menyemai karakter mulia menuju Indonesia Spiritual!
PETIKAN NURANI PEMASARAN
February 9th, 2009 at 8:39 pm
Assalaamu’alaikum, salam 165. kajian yang menarik Pak Fahmi. saat awal saya mendengar lagu ” Demi matahari ” sempat meneteskan airmata, bahkan sempat menjadi ring tone hp saya. tetapi lama kelamaan saya jadi terusik, maka perkenan saya menyampaikan usul mudah2an dapat diteruskan Pak Fahmi ke Snada atau ESQ ; karena lirik lagu tersebut diambil dari Firman Allah ( Surah Asy Syams ), dan isinya sumpah, apalagi sumpahnya demi makhluk, maka kita sebagai makhluk tidak boleh menyebut sumpah tersebut sebagaimana kholq. maka saya usulkan kalimat Allah subhanallaah sebaiknya diganti dengan kata begitulah Allah firmankan atau kata apa saja yang menjelaskan bahwa kata di depannya adalah firman / sumpah Allah bukan sumpah kita makhluqNYA. semoga cita2 Indonesia Emas 2020 bukan hanya Indonesia tetapi Indonesia sebagai pelopor kebangkitan Islam di Dunia atau bisa jadi Dunia Emas 2030 !? semoga !
March 10th, 2009 at 3:39 pm
Wassww.,
Terima kasih Pak Buchory, saya akan coba sampaikan kepada rekan-rekan personil Snada, mudah-mudahan masih memungkinkan untuk revisi lirik. Paling tidak, kalau dinyanyikan selanjutnya sudah ada revisi. Kalau album yang sudah beredar mungkin sulit untuk revisi.
Salam 165,
Fahmi
March 10th, 2009 at 9:31 pm
Assalaamu’alaikum. jazaakumullaah, ana juga coba jika ada kesempatan bertemu dengan snada. beberapa waktu lalu dalam sebuah acara ada snada tapi ana tidak sempat berkomunikasi dg pihak snada. semoga Lewat Pak Hifni maksud baik ini tersampaikan. salam 165. wassalaam
April 23rd, 2009 at 3:37 pm
Free zoo sex….
Free beastiality sex stories. Free sex movies. Free sex games. Free adult sex games. Free black sex movies. Free amateur sex videos. Free sex video. Free online sex games….