Oleh ISM
03 November 2009
Perbankan syariah pada kuartal III/2009 membukukan penurunan laba sebesar Rp144 miliar atau 23,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp469 miliar. Lonjakan beban operasional dan pembiayaan bermasalah membuat laba tergerus.
Berdasarkan data Bank Indonesia pada Agustus 2009 laba bank syariah sudah menyentuh level Rp669 miliar, tetapi satu bulan kemudian keuntungan itu merosot menjadi Rp469 miliar.
Di sisi lain, pendapatan bank syariah sebetulnya naik cukup signifikan. Pendapatan bank syariah naik 49,4 persen menjadi Rp6,2 triliun dengan ditopang kenaikan pendapatan operasional 31,6 persen menjadi Rp4,7 triliun dan pendapatan nonoperasional 80 persen menjadi Rp2,5 triliun. Namun, kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi beban biaya yang dikeluarkan.
Beban operasional bank syariah tercatat melonjak 34,8 persen menjadi Rp2,3 triliun, sedangkan beban operasional lain dan nonoperasional masing-masing naik 141,6 persen dan 76,6 persen jadi Rp831 miliar dan Rp2,5 triliun. Total beban biaya naik 62,7 persen menjadi Rp5,6 triliun.
Sementara itu, nilai pembiayaan bermasalah (non peforming finance/NPF) bank syariah melonjak 63,9 persen menjadi Rp2,55 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,55 triliun. Kenaikan itu mendongkrak rasio NPF gross dari 4,12 persen menjadi 5,72 persen.
Adapun, dari sisi pembiayaan terlihat tren kenaikan sebesar Rp6,8 triliun atau 18,2 persen jika dibandingkan dengan periode yang tahun lalu sebesar Rp37,7 triliun menjadi Rp44,5 triliun.
niriah.com
Berita Keuangan sebelumnya