BERITA > KEUANGAN

Indonesia Miliki Potensi Besar Kembangkan Bank Syariah

Oleh ANT
26 Mei 2009

Indonesia memiliki potensi besar untuk pengembangan Bank Syariah. Potensi pasar Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, karena luas wilayah dan banyaknya penduduk Indonesia yang mayoritas muslim.

"Saya yakin Indonesia adalah negara yang memiliki potensi besar di dunia untuk pengembangan Bank Syariah," kata Pejabat Bank Negara Malaysia Dato Muhammad Ibrahim, usai pembukaan Muzakarah Cendikiawan Syariah Nusantara ke-3 di Jakarta, Senin (25/5/2009).

Menurut Ibrahim, besarnya populasi muslim Indonesia dibandingkan dengan negara Nusantara lainnya, akan memberikan ruang yang cukup lebar bagi berkembangnya bank syariah di Indonesia.

Indonesia memainkan peran penting dalam perkembangan industri keuangan syariah kawasan Nusantara. DSN-MUI yang dilengkapi dengan jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi salah satu pilar utama perkembangan industri tersebut. Peran DPS yang sangat penting dalam menjamin kesyariahan operasional perbankan syariah membuat keahlian DPS harus terus diupdate.

Industri keuangan syariah sendiri saat ini diramaikan oleh lima bank umum syariah, 26 unit usaha syariah, 133 BPRS, 38 asuransi syariah dan 3000 BMT.

Muzakarah Cendekiawan Syariah merupakan tema yang diangkat dalam pertemuan regional tahunan para cendekiawan syariah yang tergabung dalam Dewan Pengawas Syariah (DPS) asal Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand dan Indonesia.

Muzakarah kali ini, berlangsung 25-26 Mei, membahas topik seputar pemahaman operasi dan mekanisme perdagangan dan pertukaran mata uang, serta konsep dan mekanisme swap dalam institusi keuangan Islam.

Sebelumnya Muzakarah Cendekiawan Syariah diselenggarakan di Malaysia. Muzakarah ke-1 digelar di Langkawi dengan fokus pada kontrak keuangan syariah, sementara Muzakarah ke-2 di Kuala Lumpur mengangkat tema wa'ad (janji) dalam keuangan syariah serta mengenai pendapatan yang tak bersih. Muzakarah Cendekiawan diprakarsai oleh ISRA yang berpusat di Malaysia dan berada di bawah naungan Bank Negara Malaysia.

niriah.com

Berita Keuangan sebelumnya