05 Januari 2010
Pada tahun 2009 pertumbuhan dan perkembangan lembaga perbankan syari’ah di Indonesia berjalan secara organik. Pertumbuhan perbankan syariah hanya sebesar 26,5 persen, dengan angka Rp 59,7 triliun (posisi oktober 2009). Diperkirakan akhir Desember mencapai Rp 62 triliun. Angka pertumbuhan 26,5 ini merupakan yang terendah sepanjang sejarah perbankan syariah di Indonesia. Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan perbankan konvensional yang hanya tumbuh 12,5 persen angka 26,5 masih relatif tinggi. Tetapi market share perbankan syariah terhadap bank konvensional masih 2,4 persen.
26 November 2009
Bank Indonesia (BI) menyiapkan tiga skenario untuk proyeksi pertumbuhan bank syariah di Indonesia pada 2010. Tiga proyeksi pertumbuhan tersebut yakni skenario pesimistis, moderat, dan optimistis.
25 November 2009
PT Bank Muamalat Indonesia (Muamalat) berencana melakukan penambahan modal sebesar Rp 1 triliun dari posisi saat ini yang mencapai Rp 1,3 triliun pada 2010. Peningkatan modal diharapkan mampu mendukung ekspansi bisnis.
25 November 2009
Perusahaan asuransi syariah secara bertahap mulai menerapkan laporan keuangan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 108. Bapepam-LK mendorong agar perusahaan asuransi syariah yang belum menerapkan untuk melakukannya pada 2010.
20 November 2009
Bank Syariah Mandiri (BSM) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Deutsche Bank dan Bank Mandiri (Eropa) Limited London (BMEL). Penandatanganan kedua nota kesepahaman itu dilakukan dalam rangkaian penyelenggaraan Indonesia Islamic Finance Forum (IIFF) 2009 di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, pekan lalu.
20 November 2009
Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 198,31 miliar pada triwulan III-2009, naik 34,56 persen dibandingkan laba pada periode sama tahun lalu. Kenaikan laba tersebut sebagian besar ditopang oleh pendapatan operasional setelah distribusi bagi hasil.
11 November 2009
Pemerintah akan menerbitkan Islamic T-bill (treasury bill). T-bills merupakan instrumen pendamping sukuk dengan tenor maksimal satu tahun atau jangka pendek. Surat berharga tersebut ditujukan untuk membantu lembaga keuangan, seperti perbankan syariah, dalam mengelola likuiditas.
11 November 2009
PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) akan menerbitkan surat utang kombinasi obligasi konvensional dan sukuk ijarah senilai Rp 500 miliar pada Desember 2009. Masing-masing surat utang ini akan terdiri dari dua seri, yaitu seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan seri B dengan jangka waktu lima tahun.
11 November 2009
PT Indosat Tbk (ISAT) akan menerbitkan obligasi konvensional [obligasi Indosat VII tahun 2009] sebesar Rp 1 triliun dan obligasi syariah alias sukuk dengan akad ijarah [Sukuk Ijarah Indosat IV tahun 2009] sebesar Rp 500miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pembelian Base Station Subsystem (BSS).
10 November 2009
Departemen Keuangan (Depkeu) menyerap Rp 1,077 triliun dari hasil lelang lima seri sukuk (SBSN/Surat Berharga Syariah Negara) yang dilakukan pada hari ini (10/11/2009). Dana segar dari penjualan sukuk tersebut akan dialokasikan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2009.