BERITA > BISNIS

Bank Syariah Bahrain Intensif Akuisi Bank Lokal

Oleh BHS
03 September 2007

Al Baraka Banking Group (ABG), bank syariah terbesar di Bahrain, berencana menggarap pasar syariah Indonesia dengan mengakuisi bank konvensional yang akan diubah menjadi bank syariah. Ini adalah bagian dari ekspansi bank yang telah memiliki cabang di 12 negara itu. Al Baraka selama ini sudah memiliki cabang antara lain di Bahrain, Arab Saudi, dan Pakistan

Seperti dikemukakan Adnan Ahmed Yousif, President and Chief Executive dari ABG yang dilansir Arab News, Al Baraka memang telah menyiapkan dana sebesar US$ 300 (Rp 2,7 triliun) dalam waktu tiga tahun untuk membuka cabang di Indonesia, Malaysia, dan India. "Ini akan menjadi nilai tambah bagi kami," kata Adnan Ahmed Yousif, President and Chief Executive dari ABG seperti dikutip Arab News. (baca juga berita sebelumnya: Bank Syariah Bahrain Incar Indonesia)

Untuk menggarap pasar Indonesia, Al Baraka berencana mengakuisi bank yang memiliki jaringan sedikitnya enam kota dan memiliki modal sekitar Rp 80 miliar. "Saat ini kami baru mengantongi satu nama," ujar petinggi Al Baraka di Indonesia. Kini Al Baraka sedang intensif melakukan negosiasi dengan bank tersebut.

Rencana akuisisi itu sudah diketahui oleh Bank Indonesia. Kepada wartawan, Kepala Biro Penelitian, Pengembangan dan Pengaturan Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya E. Siregar beberapa waktu lalu membenarkan bahwa Al-Baraka memang berniat berniat mengakuisisi bank lokal untuk dijadikan bank syariah. "Untuk akuisisi mungkin akan dilakukan tahun depan," katanya.

Al Baraka adalah salah satu bank yang pesat pertumbuhannya. Di Pakistan, misalnya, bank ini pada akhir tahun akan memiliki 18 cabang. Padahal saat ini mereka baru memiliki 11 cabang. Di negeri itu Al Baraka merintis bisnis sejak 1991. Kala itu mereka mendirikan bank dengan hanya 20 karyawan. Kini, mereka telah berkembang menjadi 11 cabang dengan 300 karyawan dan aset sekitar US$ 312 juta. Al Barakah adalah pioneer layanan bank tanpa riba.

niriah.com

Berita Bisnis sebelumnya