Oleh BHS
28 Agustus 2007
Tumbuhnya ekonomi syariah di Indonesia disambut baik oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil. Sofyan meminta para pelaku ekonomi syariah ikut membiayai sejumlah proyek BUMN.
"Aset BUMN yang dikelola departemen saya saat ini sekitar Rp. 1.361 triliun. Bisa dibayangkan kebutuhan BUMN sebesar itu," ujar Sofyan Senin (27/8) kepada wartawan. "Kebutuhan pendanaan BUMN sangat besar."
Sofyan berharap pembiayaan syariah turut berperan dalam pembangunan. Sofyan mengaku akan senang bila pembiayaan syariah bisa mengambil porsi setengah atau seperempatnya dari kebutuhan yang ada.
Saat ini, kata Sofyan, proyek-proyek infrastruktur Indonesia dalam lima tahun mendatang akan "haus" dana. Proyek-proyek itu adalah bandara, pelabuhan, jalan tol dan perumahan. Setidaknya, kata Sofyan, kebutuhannya bisa mencapai Rp 250 triliun.
Sebenarnya selama ini pembiayaan syariah telah menyumbang. Tahun lalu obligasi syariah telah mencapai US$ 7 miliar (Rp 64,4 triliun). Diperkirakan nilainya saban tahun akan tumbuh sekitar 33 persen.
Ajakan Menteri BUMN itu disambut gembira oleh para pelaku ekonomi syariah. Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, A. Riawan Amin, contohnya, mengaku siap mendukung langkah pemerintah. Namun, selama ini obligasi negara syariah itu masih terganjal undang-undang yang belum juga kelar.
niriah.com
Berita Bisnis sebelumnya