Oleh ISM
27 Agustus 2007
Bank BNI tidak akan melepaskan unit usaha syariahnya (UUS) menjadi bank umum syariah (BUS). BNI lebih memilih "gaya BRI", mengakusisi bank konvensional beraset kecil sekitar Rp 100-200 miliar lalu dikonversi menjadi bank umum syariah.
Saat ini, BNI telah mengantungi sejumlah nama bank yang kemungkinan dapat diakusisi. Proses akuisisi tersebut diharapkan terjadi pertengahan tahun depan.
Dengan tetap bergabung dengan BNI, menurut Direktur Usaha Syariah dan Komersial BNI Bien Subiantoro, UUS memiliki potensi pengembangan bisnis yang lebih besar. Ini karena UUS dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang dimiliki BNI seperti teknologi informasi dan jaringan. "Bagi bank yang punya cabang konvensional banyak seperti BNI, pertumbuhan UUS lebih cepat bila tidak spin off. Kalau pisah, malah tidak menguntungkan," katanya.
Saat ini, BNI memiliki 792 kantor cabang konvensional. Hingga akhir tahun, BNI menargetkan 600 kantor cabang dapat memberikan layanan syariah Office Channelling (OC).
Hingga akhir Juni lalu, laba sebelum pajak (unaudited) BNI Syariah semester pertama tahun ini menunjukkan peningkatan 48,57 persen menjadi Rp 10,4 miliar dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp 7 miliar. Sedangkan penyaluran pembiayaan per Juni lalu meningkat 44,49 persen menjadi Rp 1,416 triliun dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp 980 miliar. Selain itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah per Juni 2007 juga meningkat 45,71 persen menjadi Rp 1,374 triliun dibandingkan periode serupa tahun lalu Rp 943 miliar. Sementara, aset BNI Syariah hingga Juni lalu meningkat 36,47 persen menjadi Rp 1,856 triliun.
niriah.com
Berita Bisnis sebelumnya